Saturday, September 23, 2017

mudahnya apply travel visa Korea Selatan

inshaAllah bulan Oktober ini gue mau travelling ke Korea. setelah dua bulan terakhir kerjaannya nyusun itinerary, research sana sini tentang cara apply visa Korea, saking anxiety-nya gue pun nazar kalau visa gue lolos, gue akan share di blog, ya siapa tahu berfaeda, ada yg nyangkut di sini saat lagi cari pencerahan kayak gue dulu ^^;;

intinya untuk apply visa, dokumen harus lengkap sesuai dengan yg ada di website kedubes Korea, jangan sampai ada yg kurang satupun. gue sendiri bikin checklist berkas apa aja yg diperluin. whoa perasaan baru kemarin gue riweuh urus dokumen scholarship KGSP (btw gue ngga lolos lagi tahun ini hehehe ternyata rezekinya mentok di travelling ke koriya :") *hamdalah*), terus tengah tahun gue urus dokumen lagi untuk apply visa. oh iya, ini ngga mandatory sih, tapi karena di ujung kanan bawah form visa ada tulisan "ukuran A4 80gr", jadi form dan beberapa dokumen gue cetak di kertas HVS 80gr, sebagian ada yg di HVS 70gr juga, terus semua berkas gue susun sesuai dengan urutan yg ada di website, sekali lagi ini ngga wajib ya, cuma gue anaknya kelewat OCD, harap maklum kkkk.

checklist persyaratan dokumen visa Korsel
1. Paspor asli dan fotokopi paspor (halaman identitas & cap imigrasi)
2. Formulir aplikasi visa (+ pasfoto 3.5x4.5cm) | download
3. Fotokopi kartu keluarga/akte kelahiran/KTP/ijazah*
4. Surat keterangan kerja & fotokopi SIUP tempat bekerja | download. atau surat keterangan mahasiswa bagi yg masih bersekolah
5. Dokumen bukti keuangan: 
    - rekening koran 3 bulan terakhir, surat referensi Bank
    - copy SPT tahunan atau surat keterangan tidak memiliki SPT | download
6. Dokumen tambahan*:
    - surat pernyataan izin ayah/orang tua | download
    - itinerary flight (berupa cetakan e-ticket dsb)
    - itinerary hotel/akomodasi (berupa cetakan email booking dsb)
    - travel itinerary | download
    - asuransi perjalanan
(*: optional, tapi ngga ada salahnya untuk dilampirin^^)

isi form ditulis tangan
ada sedikit drama pas kumpulin berkas di atas. jadi selama ini uang tabungan gue ada di rekening BNI, waktu mau cetak surat referensi bank untuk pembuatan visa, ternyata harus ajuin di cabang rekening pembuka (khusus BNI lho, kalau bank lain gue kurang tahu detilnya) dan yep dulu jaman kulian gue buka rekening BNI Syariah di Bubat, Bandung, alhasil gue harus commute ke bdg ;_; syukurnya mudah untuk ajuin surat referensi bank. sebelumnya gue kirim email ke CS cabang bubat, dan katanya gue diminta untuk bikin surat permohonan referensi bank [download] yg dikirim via email. kayaknya gue email hari kamis or jumat deh, setelah telfon dan konfirmasi, senin pagi gue ke bdg, sampai sana bisa langsung diproses oleh CS. untuk surat referensi bank BNI per lembar charge-nya 150rb, sedangkan cetak rekening koran per lembarnya 1500.

setelah lengkap semua dokumen, akhirnya gue meluncur ke Kedubes Korea Selatan di daerah Gatsu, patokannya setelah gedung Kemenperin. untuk pengajuan visa dimulai dai jam 09:00 sampai 11:30, saat itu temen gue nitip berkasnya ke gue karena dia gabisa ambil cuti, jadi gue apply visa untuk dua orang sekaligus di satu loket. dan baiknya siapin uang cash karena mereka ngga terima pembayaran debit, kalau darurat kelupaan bawa cash, bisa ditungguin kok untuk keluar sebentar ke ATM. biaya visa single per September 2017 sebesar Rp 544.000. prosesnya cepat dan karena gue datang lumayan pagi jadi antreannya ngga terlalu panjang.

Cek status visa dengan mengetik nama lengkap sesuai paspor, dengan urutan last name kemudian first name
selama proses pembuatan visa, paspor asli akan ditahan dan ngga boleh diambil/dipinjam. kita dikasih selebaran gitu berupa struk pengambilan, biasanya 7 hari kerja udah selesai, sebelumnya cek di website apakah status visa udah di-approve atau belum. lucunya gue sempat panik gegara nama gue waktu di-search ngga muncul lol jadi nama di halaman identitas paspor gue ada dua suku kata, sedangkan di halaman catatan, gue pakai nama tambahan bokap gue jadi tiga suku kata, alhasil yg dipakai di visa nanti ikutin nama di lembar catatan itu xD pas ambil visa gue izin bentar setelah jam makan siang kantor, waktu pengambilan dari jam 13:30 sampai 16:30 di kedubes, bisa diwakilin juga yg penting bawa lembar struk pengambilan yg asli.

가을아 날기다려 :))
alhamdulillah visa gue sudah di tangan hehehe yeay tinggal selangkah lagi menuju koriya :")) asli bener bener lega, walaupun udah apply masih aja susah tidur sampai akhirnya tanggal pengambilan dan visa udah dicetak. salah satu yg bikin degdegan karena saldo rekening gue mentok di 15jt kurang. you know la, banyak desas desus yg beredar tentang saldo di rekening koran heheu ini misteri sih, kasusnya beda beda, berapa saldo minimum tepatnya tuh abstrak. bulan lalu ada temennya temen gue yg apply visa dengan rekening koran di bawah 10jt bisa lolos (dia durasi liburannya 10 hari juga, sama kek gue), terus gue baca di blog ada yg saldonya di atas 20jt tapi masih ngga lolos, idk. seriusan agak gambling dan sifatnya nasib2an. mungkin karena koriya lagi gencar2nya promosi winter olympic di Pyeongchang 2018 nanti, jadi kesempatan lolosnya lebih besar *sotoy* kalau menurut gue sih yg penting dokumennya lengkap semua, dan asli. selebinya ikhtiar semoga visanya bisa lolos hehe good luck!

until the next time, see ya blogsy! 안뇽~~

Monday, May 8, 2017

tentang softlens 4 : review Bausch & Lomb daily disposable

setelah trip ke Dieng lalu yg super riweuh karena bawa contact lens tapi lupa bawa cairan solution, alhasil cuma dipakai sekali, disitu pun belajar dan baru kepikiran juga kenapa ngga bawa softlens harian aja atuhlah syifff. akhirnya pas trip ke Belitong, gue perdana beli softlens daily Bausch & Lomb di Tokped, harga per box-nya sekitar 100rb seinget gue.


satu kotak isinya 10 pcs or 5 pasang contact lens (yg di foto sisa 3 pasang yaa hehe). softlens ini bening/clear dengan kadar air 59%. pas dipakai pewe pisannn, ini jadi kelebihan softlens harian yg ngga terasa kering walaupun pas itu keadaan outdoor, lagi di atas boat dan kena angin laut haha. teksturnya sedikit lebih tebal dari Omega yg biasa gue pakai, lingkaran biru2nya lebih kelihatan. pas udah selesai pakai asa gimana gitu yah, sayang banget langsung dibuang, macam horang kayah haha *plis jangan norak syif*


intinya cocok banget buat travelling, lihat aja kemasannya ringkas dan aman untuk dibawa ngga akan takut bocor. tinggal robek tengahnya terus kedua pcs ditumpuk, jadi begitulah, gimana ya jelasinnya haha ya seperti itu pokoknya pasti terbayang kan? :)) kalau misal mau pergi trip cuma dua hari berarti robek empat pcs, disatuin jadi dua pasang, dan masukkin ke tas toiletries deh^^

atau kalau mau literally dipakai harian sok aja, cocok banget malah, tapi ya uhmm.... buat saya agak sayang kalau tiap hari pakai ini wqwq masih setia dengan Omega, toh jarang pakai softlens kecuali pas hang-out or kondangan, tiap hari di kantor pakai kacamata heheu. kalau ini lebih suka untuk travelling, praktis banget ngga perlu bawa cairan or softlens case, ditambah packaging nya bagus. boleh jadi alternatif buat dibawa pas travelling.

catch ya laturr, blogsyyyy ;)

Monday, March 27, 2017

masih dalam episode mengejar beasiswa

awalnya gue niat apply beasiswa lagi tahun ini karena skor TOEFL ITP gue masih bisa berlaku sampai Desember 2017, mubazir kan kalau ngga dipakai. sempat galau juga pingin kabur ngekos di Bandung pas Februari kemarin lol ngga ngerti deh mungkin mulai lelah dengan brief design yg itu2 aja, ini buktinya lagi remote di rumah bukannya ngerjain tapi mampir ke blog dulu :/

sebenernya gue ngerasa udah dikasih pertanda kalau kurang diridhain Allah untuk apply tahun ini, tapi tetep aja dicoba, toh nothing to lose. mulai dari universitas yg gue pingin tetiba tahun ini ngga ada di list univ penerima beasiswa, padahal gue backtrack tahun2 sebelumnya masih ada, atuhlah gue udah pingin banget pilih itu :( bingung, akhirnya mau gamau gue pilih univ cadangan.

kedua, tahun lalu pas gue apply beasiswa masih bisa tuh skor TOEFL ITP jadi salah satu sertifikat english proficiency, ajaibnya tahun ini udah ngga terima ITP lagi melainkan iBT haha waeeee? karena iBT cukup merogoh kantong dan gue pun mager kudu ke EF PIM untuk test, akhirnya gue ikutan TOEIC di Int'l Test Center Plaza Central. skornya alhamdulillah lumayan, walaupun masih kurang 30 point untuk mencapai ekspektasi skor yg gue targetin, ini gegara ngantuk sih pas listening kebanyakan jumlah soal jadi ngga fokus lol *alasan* terus kurang jodoh lagi pas awal2 gue udah selesai regis, beberapa hari kemudian baru dapet email notif discount code potongan 100k untuk tes TOEIC..... okay belum rezeki :"

terakhir, semua dokumen udah lengkap (itu pun karena tertolong dengan lebihan arsip tahun lalu lol) kecuali satu, paper, aseli molor banget selesain essay-nya. edanlah gue ngga ngerti lagi, kebiasaan tiap habis konsul dengan Dosbing pasti gue ikut berubah pikiran, mending kebayang mau tulis apa, ini bener2 writer's block, hiksss. saking stuck-nya dengan essay, gue baru bisa kirim semua persyaratan di H-3 deadline pengumpulan dokumen haha parah. syukurnya pakai FedEx jadi cepat sampai, gue drop di Palbatu hari Selasa siang (21/03) pas gue tracking ternyata ikut pengiriman Rabu, dan Kamis sore (23/03) sudah mendarat indah di Korea, yep! H-1 deadline lol. harganya memang lebih mahal dibanding via EMS, tapi sesuai lah karena  terjamin cepat sampai, gue bisa nyenyak tidur tanpa perlu bolak balik tracking.

kirim dokumen Jakarta–Korea via FedEx, tarifnya sekitar 443rb rupiah
jujur kali ini gue ngga berharap apa2, mengingat essay gue yg literally last minute revision, ngarang bebas jadinya, idk :/ inshaAllah bakal lebih tegar saat terima email nanti, udah sekali ditolak biasanya jadi kebal haha aamiiin. tetep degdegan sih akhir bulan ini pengumumannya omo wish me tons of luck! 

buhbyeee blogsy :))

Tuesday, December 27, 2016

Museum Kata Andrea Hirata, Belitung (Part 2)

"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu" –Arai, Sang Pemimpi
masih setengah percaya gue bisa mejejakkan kaki ke tanah Laskar Pelangi, Belitong. setelah mampir sebentar ke replika SD Muhammadiyah Gantong, ngga jauh dari sana ada Museum Kata Andrea Hirata. off to go! :))


btw gue alumni SD Muhammadiyah juga lho, tapi di Tebet hehehehe

untuk masuk kita harus beli buku seharga 50rb rupiah, anak2 lain cuma mau foto2 di depannya aja, akhirnya gue doang yg masuk. dan karena udah sore banget, gue cuma punya waktu 30 menitan untuk eksplor di museum ini sebelum ditutup, gapapalah daripada ngga sama sekali, udah jauh jauh ke sini masa ngga mampir. guess what? gue literally sendirian di dalem, macam museum milik sendiri haha. karena waktunya mepet jadi sebisa mungkin gue ngga menghabiskan waktu terlalu lama di setiap display supaya bisa lihat semua, jadi foto2in aja nanti gue telaah dengan seksama di mobil :"




ada satu ruangan khusus Laskar Pelangi, semacam kumpulan kliping artikel Laskar Pelangi, cover buku dari berbagai bahasa internasional, dan tembok warna warni layaknya pelangi :)) oh iya pas di dalem gue kan sendirian yah *syedih* terus ada staff baik banget, mba nya menawarkan diri untuk fotoin gue. alhamdulillah rezeki anak solehah hihi, gue ajakin selfie bareng mba nya dan ngobrol bentar, dia juga ingetin ke gue kalau beberapa menit lagi udah mau tutup huhu.





terima kasih sudah selalu menginspirasi dari jaman SMA dulu, ngga pernah takut untuk bermimpi. bukannya gagal, tapi belum berhasil. mungkin masih kurang sedekah, atau mungkin rezeki yg diharapkan itu ternyata jatahnya orang lain. Allah knows the best. dan InshaAllah belum patah semangat untuk kejar beasiswa lagi tahun depan, kalaupun nanti belum kesampaian, Allah pasti akan kasih sesuatu lain yg lebih baik. semua indah pada waktunya :") #pep talk

this postcard speaks to me on spiritual level
Gantong, 19 Oktober 2016

sayonaraaaa, blogsy!